<p><strong>DALUNG (25/02/2026)</strong> - Kegiatan Rembug Stunting Desa Dalung Tahun 2026 pada Senin (9/2) yang bertempat di Ruang Rapat Kantor Desa Dalung. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Dalung I Made Trimayasa, S.E., Ketua TP. PKK Desa Dalung Ny. Suartini Arif Wiratya., Perwakilan BPD Dalung Drs. I Ketut Suatra, M.Pd., Narasumber dari Puskesmas Kuta Utara Ni Kadek Artiningsih, S.Gz., Ka.Si Pelayanan Desa Dalung Ni Luh Suastiari, S.H beserta Staf., Bidan Pustu Desa Dalung Ni Wayan Parmiyanti., Pendamping Desa Ni Luh Sutina Aryanti, S.Pd., Penyuluh KB Desa Dalung Ir. Luh Adik Utami., Ketua Kader Pembangunan Manusia Desa Dalung Ni Putu Dewi Arnayani beserta anggota., antusias dari Tim Pendamping Keluarga dan Kader Posyandu Balita se-Desa Dalung.   </p> <p> </p> <p>Kegiatan ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan desa dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, melalui pembahasan kondisi stunting di Desa Dalung serta perumusan langkah strategis kedepannya dan komitmen bersama guna meningkatkan kesehatan dan kualitas gizi masyarakat Desa Dalung khususnya bagi Balita. </p> <p> </p> <p>Ni Kadek Artiningsih, S.Gz., menjelaskan bahwa Kementerian Kesehatan RI hingga saat ini berkomitmen untuk menurunkan dan mencegah angka stunting di setiap daerah. <em><strong>“Kementerian Kesehatan mendorong 11 program intervensi yang ditujukan untuk pencegahan dan percepatan penurunan stunting, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga balita,”</strong></em> ujarnya. Untuk remaja putri, program ini mencakup screening anemia, konsumsi tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan, dan konsumsi tablet zat besi untuk mendukung kesehatan reproduksi dan persiapan kehamilan yang sehat.</p> <p> </p> <p>Beliau menjelaskan lebih lanjut, bagi ibu hamil, program intervensi menekankan pemberian makanan tambahan bagi mereka yang mengalami kekurangan energi kronis, guna memastikan pertumbuhan janin optimal. <em><strong>"Untuk balita, intervensi meliputi pemahaman mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak, pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan, pemberian MPASI yang kaya protein hewani, tata laksana balita dengan masalah gizi, serta peningkatan cakupan dan perluasan imunisasi,"</strong></em> jelasnya. Tak hanya itu, Ibu Artiningsih turut menekankan bahwa rangkaian program ini penting untuk membentuk generasi sehat dan cerdas, sekaligus mendukung target nasional dalam penurunan angka stunting.</p> <p> </p> <p><strong>(KIMDLG-005).</strong></p>
Rembug Stunting Desa Dalung, Kemenkes Dorong 11 Program Intervensi untuk Cegah Stunting
25 Feb 2026